Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa, mengadakan serangkaian kegiatan seminar, webinar, dan kuliah umum yang komprehensif pada hari Selasa, 22 April 2026. Acara yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Dengan menghadirkan berbagai pembicara profesional dari industri terkemuka, akademisi berpengalaman, dan praktisi lapangan, rangkaian acara ini dirancang sebagai wadah transfer pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Unit KKN, yang merupakan bagian integral dari Lembaga Pengabdian Masyarakat universitas, memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan sumber daya manusia muda yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Pengamat pendidikan tinggi menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam konteks transformasi digital dan perubahan lanskap industri global. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan teoritis yang solid, melainkan juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam konteks profesional. Oleh karena itu, rangkaian acara yang diorganisir oleh Unit KKN Universitas Muhammadiyah Kendari pada 22 April 2026 lalu menjadi momentum penting bagi pengembangan akademik dan profesional generasi muda.
Struktur dan Tema Acara
Acara yang berlangsung sehari penuh ini dibagi menjadi tiga sesi utama. Sesi pertama adalah seminar dengan tema “Entrepreneurship dan Inovasi Digital dalam Era Society 5.0”, diikuti dengan webinar interaktif berjudul “Strategi Branding dan Pemasaran Digital untuk UMKM Lokal Sulawesi Tenggara”. Sesi ketiga menutup rangkaian acara dengan kuliah umum tentang “Kepemimpinan Transformasional dan Manajemen Talenta di Era Disrupsi”.
Setiap sesi dirancang dengan cermat untuk memberikan perspektif berbeda namun saling melengkapi. Kombinasi antara seminar, webinar, dan kuliah umum memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang dinamis dan interaktif. Selain itu, format acara yang beragam juga mengakomodasi preferensi belajar berbeda dari setiap peserta.
Koordinator Unit KKN Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Irfan Harahap, M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan tema-tema tersebut dilakukan melalui riset kebutuhan yang mendalam. “Kami melakukan survei kepada mahasiswa, alumni, dan stakeholder industri untuk mengetahui kompetensi apa yang paling dibutuhkan saat ini. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa memerlukan pemahaman mendalam tentang entrepreneurship, literasi digital, dan kepemimpinan modern. Itulah mengapa kami merancang acara 22 April ini dengan fokus pada tiga pilar tersebut,” ujarnya pada hari Jumat, 18 April 2026.
Seminar Entrepreneurship dan Inovasi Digital
Sesi pertama seminar menghadirkan pembicara utama Bapak Yusuf Sutrisno, seorang entrepreneur sukses yang memiliki portofolio bisnis di bidang teknologi informasi dan perdagangan digital. Bapak Yusuf adalah pendiri dari PT. Teknologi Kendari Maju, perusahaan yang telah berkontribusi signifikan dalam ekosistem startup lokal Sulawesi Tenggara.
Dalam presentasinya yang berdurasi 90 menit, Bapak Yusuf menguraikan perjalanan bisnisnya mulai dari ide awal, pendanaan, hingga scaling up. Ia menekankan pentingnya identifikasi masalah yang akan diselesaikan melalui inovasi. “Entrepreneurship bukan sekadar tentang membuat bisnis, tetapi tentang menciptakan solusi untuk masalah yang ada di masyarakat. Society 5.0 memberikan peluang tak terbatas bagi para inovator muda yang memiliki visi jelas dan eksekusi yang kuat,” ungkapnya di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi aula.
Sesi ini juga mencakup diskusi interaktif di mana mahasiswa dapat menanyakan tantangan-tantangan spesifik yang mereka hadapi dalam mengembangkan ide bisnis. Bapak Yusuf dengan sabar menjawab setiap pertanyaan, memberikan saran praktis yang dapat langsung diterapkan. Salah satu mahasiswa peserta acara, Siti Nurhaliza dari Program Studi Manajemen, mengungkapkan kesan mendalam dari sesi tersebut.
“Saya sangat terkesan dengan cara Pak Yusuf menjelaskan bagaimana mengubah ide sederhana menjadi bisnis yang menguntungkan. Beliau tidak hanya berbicara tentang kesuksesan, tetapi juga jujur membicarakan kegagalan dan pembelajaran darinya. Ini sangat menginspirasi saya untuk lebih berani mengambil risiko terukur dalam mengembangkan ide bisnis saya,” kata Siti dengan antusias.
Webinar Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM
Sesi kedua dalam bentuk webinar menghadirkan Ibu Dewi Lestari, seorang praktisi pemasaran digital dan konsultan bisnis yang berpengalaman lebih dari 15 tahun. Ibu Dewi adalah director dari Agensi Digital “Innovate Solutions” yang telah membantu ratusan UMKM lokal meningkatkan visibilitas online dan penjualan mereka.
Webinar interaktif ini dipilih sebagai format karena memungkinkan partisipasi dari audiens yang lebih luas, termasuk mahasiswa dari kampus lain dan praktisi UMKM lokal yang tertarik meningkatkan kemampuan digital mereka. Melalui platform virtual yang tersedia, Ibu Dewi menyajikan strategi-strategi konkret dan terbukti efektif dalam memanfaatkan media sosial, search engine optimization, dan content marketing untuk mengembangkan bisnis lokal.
“Sulawesi Tenggara memiliki potensi UMKM yang luar biasa, dari kerajinan tradisional hingga produk pertanian organik. Namun, banyak dari mereka yang belum maksimal dalam memanfaatkan peluang digital. Melalui webinar ini, saya ingin berbagi bagaimana dengan budget terbatas, UMKM dapat mencapai target pasar yang lebih luas melalui strategi pemasaran digital yang tepat sasaran,” jelas Ibu Dewi di awal sesi.
Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus adalah penggunaan Instagram dan TikTok sebagai saluran penjualan. Ibu Dewi mendemonstrasikan langsung beberapa case study sukses dari klien-kliennya, termasuk seorang pengrajin batik lokal yang berhasil meningkatkan penjualannya hingga 300 persen dalam enam bulan setelah mengimplementasikan strategi digital marketing yang tepat.
Peserta webinar, termasuk mahasiswa dan perwakilan dari beberapa UMKM lokal, dapat secara real-time mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan tantangan spesifik yang mereka hadapi. Ibu Dewi membuka forum tanya jawab yang cukup panjang untuk memastikan setiap pertanyaan mendapat respons yang memuaskan.
Muhammad Fahri, mahasiswa dari Program Studi Bisnis, mengomentari kemanfaatan webinar tersebut. “Saya sudah menjalankan bisnis online sederhana di samping kuliah, namun strategi saya masih sangat amatiran. Dari webinar Ibu Dewi, saya belajar banyak hal praktis yang bisa saya terapkan segera, mulai dari cara membuat konten yang engaging hingga teknik penggunaan hashtag yang efektif. Saya yakin dengan pengetahuan ini, bisnis online saya bisa berkembang lebih pesat,” kata Fahri penuh optimisme.
Kuliah Umum Kepemimpinan Transformasional
Penutup rangkaian acara adalah kuliah umum yang menghadirkan Dr. Bambang Sutiono, seorang akademisi terkemuka dari Universitas Gadjah Mada yang memiliki spesialisasi dalam manajemen sumber daya manusia dan pengembangan kepemimpinan. Dr. Bambang juga pernah bertugas sebagai konsultan bagi beberapa perusahaan multinasional dan organisasi non-pemerintah besar.
Dalam kuliah umumnya yang berlangsung sekitar dua jam, Dr. Bambang menguraikan konsep kepemimpinan transformasional dan relevansinya dalam konteks disrupsi industri modern. Beliau menekankan bahwa pemimpin masa depan bukan hanya mereka yang memiliki kekuasaan formal, tetapi mereka yang dapat menginspirasi dan memberdayakan orang lain untuk mencapai visi bersama.
“Kepemimpinan transformasional adalah tentang bagaimana Anda dapat mengubah cara orang berpikir dan berperilaku menuju tujuan yang lebih besar. Di era disrupsi ini, organisasi membutuhkan pemimpin yang agile, visioner, dan dapat mengelola perubahan dengan baik. Mahasiswa yang hadir di sini, banyak di antara Anda yang akan menjadi pemimpin di organisasi maupun masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mulai mengembangkan keterampilan kepemimpinan sejak sekarang,” ujar Dr. Bambang dengan tegas.
Dr. Bambang juga membagikan pengalaman pribadinya dalam mengelola tim dan menghadapi situasi krisis organisasi. Beliau memberikan framework praktis yang dapat digunakan mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan mereka, termasuk self-awareness, emotional intelligence, dan strategic thinking.
Salah satu momen yang sangat berkesan adalah ketika Dr. Bambang mengajak mahasiswa untuk melakukan refleksi diri tentang gaya kepemimpinan mereka masing-masing. Melalui aktivitas interaktif sederhana, mahasiswa dapat mengenali kekuatan dan area pengembangan diri mereka sebagai calon pemimpin.
Nadirah Putri, mahasiswa tingkat akhir dari Program Studi Administrasi Publik, merasakan dampak positif dari kuliah umum tersebut. “Saya sedang mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, dan saya khawatir apakah saya siap untuk mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Kuliah umum Dr. Bambang membuat saya memahami bahwa kepemimpinan adalah proses pembelajaran berkelanjutan. Beliau menunjukkan bahwa tidak ada pemimpin sempurna, yang penting adalah komitmen untuk terus belajar dan berkembang,” ungkap Nadirah dengan reflektif.
Respons Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Abdulsomad Mappanganro, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Dalam sambutan resminya di pembukaan acara, Rektor menekankan bahwa universitas memiliki tanggung jawab fundamental untuk tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengembangkan karakter dan kompetensi mahasiswa.
“Misi Universitas Muhammadiyah Kendari adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab sosial, dan keterampilan yang relevan dengan industri. Kegiatan seperti seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Unit KKN adalah implementasi nyata dari komitmen kami tersebut. Saya sangat bangga dengan inisiatif ini dan mendorong unit-unit lain untuk juga mengorganisir kegiatan sejenis,” ungkap Prof. Abdulsomad.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Hasniah Mansyur, M.Pd., juga turut memberikan sambutan. Beliau menyoroti pentingnya program pengembangan keterampilan dalam kurikulum pendidikan tinggi modern. “Program KKN di universitas kami telah mengalami evolusi signifikan. Tidak lagi sekadar memberikan tugas kuliah kepada mahasiswa, tetapi menjadi medium untuk pengembangan karakter, kepemimpinan, dan entrepreneurship. Acara hari ini adalah bukti nyata dari transformasi tersebut,” kata Dr. Hasniah.
Partisipasi Mahasiswa dan Respons Positif
Partisipasi mahasiswa dalam rangkaian acara tersebut sangat antusias dan melampaui ekspektasi penyelenggara. Aula Utama yang berkapasitas sekitar 400 orang fully booked, bahkan banyak mahasiswa yang harus berdiri karena keterbatasan tempat duduk. Sebagian besar mahasiswa yang hadir adalah dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari, termasuk Manajemen, Akuntansi, Teknik Informatika, Administrasi Publik, dan Pendidikan.
Feedback dari peserta yang dikumpulkan melalui formulir evaluasi pasca-acara menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Dari 350 responden yang mengisi formulir, 92 persen menyatakan acara ini sangat bermanfaat, 7 persen menyatakan cukup bermanfaat, dan hanya 1 persen yang merasa kurang bermanfaat. Dalam catatan terbuka, banyak mahasiswa mengharapkan kegiatan serupa diadakan secara rutin, setidaknya sekali setiap semester.
Salah satu peserta, Roni Rahmadian dari Program Studi Teknik Informatika, menuliskan dalam evaluasi, “Acara ini sangat valuable karena saya mendapatkan insights langsung dari praktisi yang sukses di bidangnya. Teori di kelas penting, tapi praktik dan pengalaman dari mereka yang sudah di lapangan adalah yang membuat perbedaan nyata. Saya berharap bisa lebih banyak interaksi langsung seperti ini selama masa studi saya.”
Beberapa mahasiswa juga mengekspresikan minat untuk melakukan follow-up dengan para pembicara atau bahkan mulai menjalankan ide bisnis mereka berdasarkan insights yang didapatkan. Unit KKN sudah merencanakan untuk memfasilitasi koneksi ini melalui mentoring program yang akan dilaksanakan pada bulan-bulan mendatang.
Dampak Jangka Panjang dan Rencana Berkelanjutan
Kepala Unit KKN Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Wijaya Kusuma, M.Adm., melihat acara 22 April 2