Universitas Muhammadiyah Kendari Perkuat Kerjasama dengan Industri Melalui Program KKN Terpadu 2026
KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) melalui Unit Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa telah menjalin kesepakatan kerjasama strategis dengan berbagai perusahaan dan industri lokal di Kendari. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan akademik dengan kebutuhan dunia kerja serta memberikan pengalaman praktis yang bermakna bagi mahasiswa. Kerjasama tersebut diresmikan dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diselenggarakan pada Senin, 7 April 2026, di Aula Rektorat Unmuh Kendari.
Keterlibatan industri dalam program KKN merupakan wujud nyata dari komitmen Unmuh Kendari dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif. Melalui inisiatif ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek yang relevan dengan bidang keahlian mereka sambil berkontribusi nyata kepada masyarakat dan sektor industri di Kendari.
“Kami melihat KKN bukan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai jembatan penting antara kampus dan dunia industri. Dengan kerjasama ini, mahasiswa kami akan mendapatkan pengalaman yang tak ternilai dan industri akan mendapatkan tenaga muda yang terlatih dan siap bekerja,” ujar Rektor Unmuh Kendari, Prof. Dr. Ir. Mursalim Ibrahim, M.T., dalam kesempatan tersebut.
### Latar Belakang Kerjasama Strategis
Keputusan Unmuh Kendari untuk memperkuat hubungan dengan sektor industri berangkat dari berbagai pertimbangan akademik dan ekonomi. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas, universitas ini telah menyadari pentingnya kolaborasi dengan praktisi industri untuk memastikan kurikulum yang ditawarkan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Direktur Unit KKN Unmuh Kendari, Drs. H. Lukman Hakim, M.Si., menjelaskan bahwa program KKN tradisional yang hanya fokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mencakup dimensi industri dan bisnis. “Mahasiswa kami berasal dari berbagai latar belakang program studi. Tidak semua dari mereka akan melakukan KKN di pedesaan. Oleh karena itu, kami membuka alternatif KKN berbasis industri yang tetap mempertahankan nilai-nilai pengabdian masyarakat, hanya dengan fokus yang lebih beragam,” jelasnya.
Ide ini lahir setelah melakukan riset mendalam terhadap kebutuhan pasar kerja di Kendari dan sekitarnya. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa banyak perusahaan di sektor industri, perkebunan, perdagangan, dan jasa membutuhkan tenaga kerja muda dengan kompetensi spesifik dan pemahaman mendalam tentang operasional lapangan.
### Perusahaan-Perusahaan Mitra Strategis
Dalam fase pertama, Unmuh Kendari telah menandatangani MoU dengan lima perusahaan utama di Kendari. Pertama adalah PT Sulawesi Energi Sejahtera (PSES), perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan dan infrastruktur kelistrikan. Kedua adalah PT Kendari Agrikultur Nusantara (KANN), perusahaan yang fokus pada agroindustri dan pengembangan perkebunan berkelanjutan. Ketiga adalah CV Maju Jaya Logistik, perusahaan di sektor transportasi dan logistik yang melayani perdagangan lokal dan regional.
Kemudian, terdapat juga PT Sejahtera Teknologi Indonesia (STI), perusahaan teknologi informasi yang telah mengembangkan berbagai solusi digital untuk usaha kecil dan menengah di wilayah Sulawesi Tenggara. Terakhir adalah Koperasi Produsen Hasil Laut Kendari (KPHLK), organisasi yang mengelola usaha pengolahan dan ekspor hasil laut kepada berbagai pasar internasional.
Wakil Direktur Operasional PT PSES, Ir. Bambang Suryanto, S.T., mengungkapkan antusiasme perusahaannya terhadap kerjasama ini. “Kami memandang program KKN industri ini sebagai investasi jangka panjang. Mahasiswa yang terlibat dalam proyek-proyek kami akan mendapatkan wawasan mendalam tentang industri energi, sementara kami juga bisa mengidentifikasi bakat-bakat muda yang potensial untuk bergabung dengan tim kami setelah lulus,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT KANN, Drs. Suharno, menambahkan bahwa pertanian dan agroindustri memerlukan pendekatan inovatif yang memadukan pengetahuan tradisional dengan teknologi modern. “Mahasiswa dari Unmuh Kendari, khususnya dari program studi Agronomi, Teknologi Hasil Pertanian, dan Manajemen, akan sangat membantu kami dalam mengembangkan sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya.
### Struktur dan Mekanisme Program KKN Industri
Program KKN Industri yang dirancang oleh Unmuh Kendari memiliki struktur yang berbeda dengan KKN konvensional. Mahasiswa akan ditempatkan di lokasi kerja yang relevan dengan bidang studi mereka, biasanya selama delapan hingga sepuluh minggu. Selama periode tersebut, mereka akan bekerja secara langsung pada proyek-proyek nyata sambil tetap di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan dan mentor dari perusahaan mitra.
Setiap mahasiswa yang mengikuti program ini akan memiliki tanggung jawab spesifik yang telah disepakati bersama antara kampus dan industri. Mereka tidak hanya mengerjakan tugas-tugas administratif ringan, tetapi terlibat dalam aktivitas substantif yang memberikan kontribusi nyata terhadap operasional perusahaan. Tentu saja, segala keselamatan dan kesehatan kerja mahasiswa akan menjadi prioritas utama dan dijamin oleh perusahaan mitra.
“Kami telah merancang sistem evaluasi yang komprehensif,” jelas Drs. H. Lukman Hakim. “Mahasiswa akan dinilai oleh tiga pihak: dosen pembimbing, mentor dari industri, dan tim manajemen perusahaan. Hasil penilaian ini akan mempengaruhi skor KKN mahasiswa dan juga menjadi dasar untuk penugasan berikutnya. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci dari program ini.”
Setiap kelompok mahasiswa yang ditempatkan di perusahaan akan menghasilkan laporan komprehensif yang mencakup analisis situasi, rencana kerja yang telah dilaksanakan, hasil yang dicapai, serta rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Laporan ini akan dipresentasikan secara publik di kampus sehingga hasil kerja mahasiswa dapat diakses oleh seluruh akademisi dan praktisi.
### Dampak bagi Mahasiswa dan Industri
Ketua Senat Mahasiswa Unmuh Kendari, Muhammad Rivai, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program KKN Industri memberikan peluang berharga bagi mahasiswa untuk membangun jaringan profesional sejak dini. “Banyak dari rekan-rekan kami yang merasa bahwa KKN konvensional kurang memberikan pemahaman tentang dunia kerja sesungguhnya. Program ini hadir sebagai solusi yang sangat tepat. Kami bisa belajar praktik terbaik industri, memahami standar operasional, dan tentu saja menjalin hubungan dengan profesional berpengalaman,” ungkapnya dengan antusias.
Bagi industri, kehadiran mahasiswa KKN membawa beberapa keuntungan strategis. Pertama, perusahaan mendapatkan tenaga kerja tambahan yang terlatih untuk menangani proyek-proyek spesifik tanpa harus melakukan rekrutmen formal yang memakan biaya dan waktu. Kedua, perusahaan dapat menjadi tempat screening potensial karyawan baru yang telah teruji kompetensinya di lapangan. Ketiga, kolaborasi dengan universitas membuka akses kepada penelitian akademis dan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
“Kami juga melihat ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan mendukung pendidikan mahasiswa, kami berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia lokal yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi Kendari secara keseluruhan,” ujar Direktur Operasional CV Maju Jaya Logistik, H. Ahmad Wijaya, S.E.
### Kurikulum dan Kompetesi yang Dikembangkan
Program KKN Industri dirancang untuk mengembangkan berbagai kompetensi lunak (soft skills) dan kompetensi teknis (hard skills) yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern. Kompetesi lunak yang dikembangkan mencakup keterampilan komunikasi, kerja tim, manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan. Sementara kompetensi teknis akan disesuaikan dengan bidang industri dan posisi pekerjaan yang dijabani mahasiswa.
Misalnya, mahasiswa yang ditempatkan di PT PSES akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang sistem kelistrikan, energi terbarukan, dan manajemen proyek infrastruktur. Mahasiswa yang bekerja di PT KANN akan belajar tentang teknologi pertanian, manajemen supply chain pertanian, dan praktik-praktik keberlanjutan lingkungan. Demikian pula untuk setiap perusahaan mitra yang memiliki kekhususan bidang masing-masing.
Koordinator Kurikulum Unmuh Kendari, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Si., menerangkan bahwa kurikulum KKN Industri telah dikembangkan dalam konsultasi intensif dengan mitra industri. “Kami ingin memastikan bahwa apa yang dipelajari mahasiswa di kampus sejalan dengan apa yang mereka hadapi di lapangan. Oleh karena itu, perwakilan industri aktif terlibat dalam perumusan learning outcomes dan standar kompetensi yang harus dicapai mahasiswa,” jelasnya.
### Ekspansi dan Proyeksi Masa Depan
Rektor Unmuh Kendari mengindikasikan bahwa program kerjasama ini akan terus dikembangkan dan diperluas dalam tahun-tahun mendatang. “Kami menargetkan untuk menjalin kerjasama dengan minimal dua puluh perusahaan dalam dua tahun ke depan. Kami juga akan mengembangkan program magang yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” papar Prof. Dr. Ir. Mursalim Ibrahim.
Rencana ekspansi ini tidak hanya mencakup perusahaan yang lebih besar, tetapi juga usaha kecil dan menengah (UKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal Kendari. “UKM memiliki potensi besar namun sering terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia dan akses terhadap teknologi. Kami ingin memberdayakan UKM melalui program KKN kami,” lanjutnya.
Direktur Unit KKN juga mengusulkan untuk mengembangkan program pendampingan jangka panjang pasca-KKN. “Mahasiswa yang telah menyelesaikan KKN Industri bisa terus menjalin hubungan dengan mitra industri mereka. Mereka bisa menjadi konsultan lepas untuk proyek-proyek tertentu, atau bahkan memulai venture sendiri dengan dukungan dan networking dari perusahaan-perusahaan yang telah mereka kenal,” katanya.
### Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Kerjasama strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan berbagai perusahaan industri melalui program KKN Industri mencerminkan komitmen institusi pendidikan ini terhadap relevansi dan kualitas pendidikan. Program ini diharapkan akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis yang solid tetapi juga pengalaman praktis yang memadai untuk langsung berkontribusi di dunia kerja.
Bagi Kendari secara lebih luas, kerjasama ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang menghubungkan institusi pendidikan dengan sektor produktif. Dengan terus memperkuat link antara academia dan industri, Kendari dapat membangun ekosistem inovasi dan entrepreneurship yang sehat untuk generasi mendatang.
Melalui program KKN Industri ini, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pekerja yang berkompeten, tetapi juga mitra strategis bagi industri lokal dalam menghadapi tantangan dan peluang di era ekonomi digital. Dengan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan, program ini diproyeksikan akan menjadi model pendidikan yang berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.
—
[Berita ini ditulis oleh Redaksi Humas Universitas Muhammadiyah Kendari – 8 April 2026]