Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) menggelar acara wisuda sekaligus pelepasan resmi 247 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Sabtu, 6 April 2026, di Aula Serba Guna Kampus Pusat Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baruga, Kendari. Momentum bersejarah ini menandai pencapaian signifikan dalam program pengabdian masyarakat yang telah ditempuh oleh ribuan generasi mahasiswa selama puluhan tahun.
Acara wisuda dan pelepasan KKN merupakan bagian integral dari sistem pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari yang mengintegrasikan pembelajaran akademis dengan pengalaman praktis di lapangan. Program KKN sendiri dirancang sebagai wujud komitmen universitas dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap pembangunan masyarakat lokal.
Dari total 247 mahasiswa yang dilepas pada hari tersebut, mereka berasal dari berbagai program studi yang tersebar di seluruh fakultas Unmuh Kendari, termasuk Fakultas Teknik, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ilmu Kesehatan. Keberagaman disiplin ilmu ini mencerminkan komitmen universitas dalam mengembangkan mahasiswa dengan latar belakang akademis yang heterogen.
Persiapan Matang dan Struktur Program
Menjelang hari H wisuda dan pelepasan, Unit KKN Mahasiswa Unmuh Kendari telah melaksanakan serangkaian persiapan komprehensif selama berbulan-bulan. Dari pembekalan materi, pelatihan metodologi, hingga penempatan di lokasi KKN yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Sulawesi Tenggara, semua dirancang dengan cermat untuk memastikan mahasiswa siap terjun ke masyarakat.
“Kami telah menyiapkan sekitar 65 lokasi penempatan KKN yang tersebar di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, dan kabupaten-kabupaten lainnya di Sulawesi Tenggara,” ungkap Dra. Hj. Siti Nurhayati, M.Si., Kepala Unit KKN Mahasiswa Unmuh Kendari, dalam pertemuan koordinasi dengan media pada hari Jumat, 5 April 2026.
Menurut penjelasan Kepala Unit KKN, setiap mahasiswa peserta program tidak hanya menjalankan tugas pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial, budaya, dan ekonomi lokal. Selain itu, program KKN juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam situasi nyata di masyarakat.
Kegiatan-Kegiatan Bermakna di Lapangan
Selama menjalankan KKN selama dua bulan, mahasiswa-mahasiswa Unmuh Kendari telah melaksanakan berbagai program kegiatan yang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi komunitas tempat mereka bertugas. Program-program tersebut mencakup kegiatan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, dan pelestarian lingkungan.
Salah satu program yang menonjol adalah inisiatif pendidikan literasi digital yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik. Mereka berhasil melatih lebih dari 300 anak usia sekolah di tiga kelurahan tentang penggunaan teknologi informasi secara bijak. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital generasi muda di daerah-daerah terpencil yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan teknologi.
Program kesehatan juga menjadi fokus utama, khususnya dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan. Mereka menyelenggarakan serangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan gizi, dan program vaksinasi anak di beberapa lokasi penempatan. Dalam laporan akhir program, tercatat bahwa lebih dari 1.200 warga masyarakat telah menerima manfaat langsung dari kegiatan-kegiatan kesehatan tersebut.
Tak kalah penting, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga turut berkontribusi melalui program pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UMKM) di beberapa desa. Mereka memberikan pelatihan mengenai manajemen keuangan, pemasaran digital, dan pengembangan produk kepada para pelaku usaha lokal. Inisiatif ini terbukti meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM di tingkat lokal.
Ucapan dari Pimpinan Universitas
Dalam acara wisuda dan pelepasan resmi tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Thamrin Husein, M.Si., memberikan sambutan yang mengharukan dan menginspirasi bagi para mahasiswa yang baru saja menyelesaikan program KKN mereka.
“Mahasiswa-mahasiswa tercinta, apa yang telah kalian lakukan selama menjalani KKN bukanlah sekedar tugas akademis, melainkan investasi sosial yang sangat berharga bagi masa depan bangsa kita. Kalian telah menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat, membawa harapan, ilmu pengetahuan, dan semangat optimisme,” ujar Prof. Thamrin dalam sambutannya yang penuh makna.
Rektor selanjutnya menekankan pentingnya nilai-nilai muhammadiyah yang menjadi fondasi pendidikan di universitas. “Sebagai universitas yang lahir dari gerakan Muhammadiyah, kami berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati nurani yang peduli terhadap sesama dan pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.
Selain Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. H. Bambang Suryanto, M.H., juga mengambil waktu untuk memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh mahasiswa peserta KKN. “Kepedulian dan dedikasi kalian selama dua bulan ini telah memberikan harapan baru kepada ribuan keluarga di berbagai pelosok Sulawesi Tenggara. Momentum wisuda ini adalah penghargaan atas kerja keras kalian, dan juga permulaan dari tanggung jawab yang lebih besar di masa depan,” kata Dr. Bambang Suryanto dengan nada yang serius namun penuh harapan.
Testimoni Mahasiswa Peserta KKN
Dalam kesempatan yang sama, beberapa mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKN berbagi pengalaman pribadi mereka yang berkesan. Siti Rahma, mahasiswa semester enam Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, mengungkapkan bahwa pengalaman KKN telah mengubah perspektifnya tentang pendidikan dan peran seorang pendidik.
“Ketika kami tiba di desa penempatan kami, saya melihat banyak sekali tantangan dalam pendidikan. Fasilitas sekolah yang minim, keterbatasan buku, dan kurangnya metode pembelajaran yang inovatif. Namun, semangat anak-anak untuk belajar sangat luar biasa. Ini membuat saya sadar bahwa pendidik bukan hanya tugasnya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan memotivasi,” ungkap Siti Rahma dengan mata yang berbinar-binar.
Sementara itu, Doni Hermawan, mahasiswa semester enam Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, menceritakan pengalaman uniknya dalam membimbing kegiatan infrastruktur di lokasi penempatan. “Kami melakukan perbaikan jalan setapak, pembangunan drainase, dan pemeliharaan sarana air bersih. Pekerjaan teknis memang berat, tetapi melihat wajah bersyukur masyarakat ketika sarana-sarana tersebut selesai membuat semua kelelahan kami terbayar,” katanya dengan bangga.
Tidak kalah bermakna adalah testimoni dari Aisyah Putri, mahasiswa semester enam Prodi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, yang fokus pada program kesehatan ibu dan anak. “Program KKN memberi saya kesempatan untuk langsung terlibat dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang sesungguhnya. Saya belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari pengalaman nyata dalam menangani kondisi-kondisi kesehatan yang kompleks. Ini adalah pembelajaran yang tidak bisa saya dapatkan di dalam kelas,” tutur Aisyah dengan penuh kepercayaan diri.
Dukungan Masyarakat dan Instansi Lokal
Kesuksesan program KKN Unmuh Kendari juga tidak terlepas dari dukungan luar biasa yang diberikan oleh berbagai instansi pemerintah lokal, kepala desa, dan masyarakat di lokasi penempatan. Bupati Konawe, H. Riyan Topan, melalui wakilnya, menghadiri acara wisuda dan memberikan sambutan singkat yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa Unmuh Kendari terhadap pembangunan daerah.
“Kami sangat menghargai kehadiran mahasiswa Unmuh Kendari di wilayah-wilayah kami. Program KKN yang mereka jalankan telah membantu kami dalam berbagai aspek pembangunan. Kami berharap kerjasama yang baik ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujar H. Riyan Topan dalam sambutannya yang singkat namun berbobot.
Kepala Desa Ujung Pandang, Muh. Rasyid, A.P.M., juga hadir di acara wisuda sebagai bentuk dukungan konkreat terhadap program KKN. Dalam obrolan santai dengan jurnalis, beliau mengakui dampak positif kehadiran mahasiswa KKN di desanya. “Program-program yang dilakukan mahasiswa Unmuh Kendari telah memberikan manfaat nyata bagi warga kami. Mereka membawa cara pandang baru dan energi positif yang mendorong kami untuk terus berinovasi,” ungkap Muh. Rasyid dengan senyuman lebar.
Tantangan dan Pembelajaran
Meskipun program KKN berjalan dengan baik, tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa juga menghadapi berbagai tantangan selama menjalankan tugas di lapangan. Kondisi geografis yang sulit, keterbatasan infrastruktur, dan adaptasi budaya menjadi beberapa tantangan utama yang harus diatasi oleh para mahasiswa.
Kepala Unit KKN, Dra. Hj. Siti Nurhayati, mengakui adanya tantangan tersebut dan menjelaskan bagaimana sistemnya dirancang untuk mengatasi hal-hal tersebut. “Kami memberikan persiapan psikologis dan materi-materi survival yang cukup kepada mahasiswa sebelum penempatan. Kami juga terus melakukan monitoring dan evaluation selama program berlangsung untuk memastikan kesejahteraan dan kemajuan mahasiswa,” jelasnya.
Selain itu, dosen pendamping lapangan juga memiliki peran krusial dalam memberikan bimbingan dan dukungan kepada mahasiswa. Setiap dosen pendamping secara rutin mengunjungi lokasi penempatan untuk memastikan bahwa program KKN berjalan sesuai dengan rencana dan standar yang telah ditetapkan.
Dampak Jangka Panjang dan Visi ke Depan
Program KKN Unmuh Kendari bukan hanya memberikan dampak jangka pendek kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tujuan jangka panjang dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Melalui program-program yang telah dilaksanakan, diharapkan terdapat peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam berbagai aspek kehidupan.
Direktur Akademik Unmuh Kendari, Dr. H. Anshari Thaha, M.A., dalam wawancara eksklusif dengan redaksi, mengungkapkan visi universitas untuk pengembangan program KKN di masa depan. “Kami sedang mengembangkan model KKN yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan daerah. Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan standar, tetapi juga berkontribusi dalam proyek-proyek pembangunan strategis yang telah direncanakan oleh pemerintah lokal,” jelasnya dengan antusias.
Dr. Anshari juga menyebutkan bahwa universitas berencana untuk meningkatkan kerjasama dengan berbagai stakeholder lokal guna menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih solid. “Kami ingin membangun pusat-pusat pengabdian masyarakat di berbagai daerah yang dapat menjadi basis operasional bagi mahasiswa KKN dan juga untuk penelitian-penelitian yang relevan dengan kebutuhan lokal,” tambahnya.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Acara wisuda dan pelepasan resmi 247 mahasiswa peserta KKN pada 6 April 2026 ini menandai akhir dari perjalanan dua bulan yang penuh dengan pembelajaran, tantangan, dan keberhasilan. Para mahasiswa yang telah menyelesaikan program ini diharapkan dapat membawa pengalaman berharga tersebut dalam menjalani kehidupan profesional mereka di masa depan.
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui program KKN yang matang dan terstruktur, terus membuktikan komitmennya dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi pembangunan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Sebagai penutup, pesannya sederhana namun bermakna: para mahasiswa yang baru saja lulus dari program KKN ini diharapkan dapat terus mempertahankan semangat pengabdian dan kepedulian sosial yang telah mereka tunjukkan selama dua bulan terakhir, dan mengintegrasikannya dalam setiap aspek kehidupan profesional mereka ke